Adakalanya keluhan mual dan muntah berkepanjangan sampai kehamilan trimester dua bahkan tiga, keadaan tersebut masih wajar selama tidak ada penyakit lain yang mendasarinya.
Melahirkan pada keadaan sesak nafas baik pervaginam ataupun Seksio sesari sama - sama mempunyai resiko baik bagi ibu maupun janin yang dikandungnya, hal ini berkaitan dengan keadaan hipoksia atau kekurangan oksigen pada keduanya.
Besarnya risiko bergantung pada : berapa lama sesak nafas itu sudah berlangsung, cepat atau tidaknya ibu mendapat penanganan medis (mendapat masukan oksigen), berat ringannya sesak nafas, penyakit yang mendasari terjadinya sesak nafas tersebut (sesak nafas akibat penyakit jantung dan odema paru mempunyai risiko kematian ibu yang cukup tinggi). Perdarahan pasca salin kerap juga terjadi pada kasus ibu sesak nafas saat melahirkan, bayi yang dilahirkan bisa mengalami asfiksa (tidak/sukar menangis, sulit bernafas karena kekurangan oksigen terlalu lama)
Persalinan biasanya diakhiri dengan persalinan pervaginan yang diperingan dengan vaccum atau melalui seksio cesaria tergantung fase persalinan saat terjadi sesak nafas.
Makanan yang sebaiknya dihindari saat kehamilan :
  • Makanan yang memproduksi gas sehingga memperberat keluhan pencernaan seperti : nangka, pete, jengkol, makanan yang terlalu pedas dan kecut.
  • Makanan yang sifatnya panas yang dapat menimbulkan kontraksi rahim : daging kambing, tape, duren.
  • Makanan yang bisa mempengaruhi pertumbuhan janin : mengandung kafein ( kopi, teh), alkohol.
  • Makanan yang mungkin mengandung kuman atau zat yang berbahya untuk perkembangan janin : Daging/ikan/kerang/telur mentah atau matang tidak sempurna, sayuran mentah yang kurang bersih cara memcucinya.
  • Makanan yang mengandung enzim pelunak otot : nanas, daun papaya, papaya muda.
Penanganan tergantung penyebab kenapa silklus haid nya tidak lancar
Pinggang sakit atau pegal saat hamil merupakan kondisi yang wajar terjadi disebabkan karena antara adanya perubahan relative bentuk tulang belakang dan kondisi rahim.
Sebaiknya segera konsultasi ke dokter kandungan untuk dicari penyebab sulitnya mendapat keturunan baik istri maupun suami :
  • Faktor istri : Gangguan fungsi indung telur, Gangguan saluran telur, Kelainan bentuk rahim.
  • Faktor suami : Gangguan kualitas sperma.
  • Faktor lain - lain : Infeksi. dll.
Preeklamsia adalah penyakit atau sindroma yang timbul pada kehamilan diatas 20 minggu, ditandai dengan peningkatan tekanan darah ibu diatas 130/90 mmHg (dahulu ada trias gejala preeklamsia yaitu hipertensi, proteinuria dan odema tungkai, namun untuk terminologi preeklamsia saat ini proteinuria dan odema tungkai tidak dijadikan parameter lagi). Dikatakan preeklamsia apabila kenaikan tekanan darah tersebut sudah mengakibatkan gangguan fungsi organ-organ tubuh ibu lainnya, seperti otak, mata, ginjal, hati, pancreas, jantung, sistem darah. Penyebab preeklampsi sampai saat ini masih sebatas teori saja, namun diduga penyakit ini akibat keadaan hipoksi dan adanya radikal bebas yang dapat merusak sel endotel pembuluh darah dan tidak terbentuknya arteri spiralis yang sempurna.
Banyak keadaan atau penyakit yang dapat mengakibatkan keguguran, antara lain : kelainan kromosom, infeksi (Toksoplasma, CMV, Rubella), kelainan imunologi (APS), kelainan darah, ketidak cocokan golongan darah ibu - janin, kelinan hormon, kelainan bentuk rahim dan mulut rahim, faktor usia ibu dan suami, pola hidup yang tidak sehat. Untuk mencegah terjadinya keguguran berulang tentunya harus dicari dan diatasi sesui penyebabnya.