MARI SIAPKAN PROSES PERSALINANMU DENGAN MATANG & TEPAT

March 30, 2020

Proses kelahiran bayi bagi setiap ibu hamil berbeda-beda. Begitu pula pada kelahiran anak pertama dan kelahiran-kelahiran selanjutnya. Penting bagi pasangan yang sedang menantikan kehadiran buah hatinya untuk mempersiapkan bekal dalam menghadapi proses melahirkan.

Proses melahirkan secara normal tentu menjadi impian sebagian besar calon ibu. Selain biayanya lebih murah, masa pemulihannya lebih singkat dibandingkan dengan operasi caesar. Selain itu, calon ibu menginginkan melahirkan bayinya secara normal juga lantaran ingin merasakan menjadi wanita seutuhnya. Persalinan normal adalah proses persalinan  yang terjadi secara alamiah dengan adanya kontraksi rahim dan dilatasi servik yang mengakibatkan adanya pembukaan untuk mengeluarkan bayi dan placenta yang ada di dalam rahim ibu melalui vagina. Ya, memang vagina wanita didesain elastis. Elastisitas jalan lahir sangat dipengaruhi oleh tingkat stres dan kadar ketegangan sang ibu.

Oleh karena itu, selama mengandung, sebaiknya calon ibu memperkaya wawasan seputar proses melahirkan, baik itu secara normal maupun caesar. Calon ibu juga harus tahu beberapa kendala yang tidak memungkinkan lahiran secara alami karena mengancam keselamatan ibu dan janinnya, sehingga diputuskan untuk operasi caesar. Misalnya plasanta previa atau plasenta terletak di bagian bawah rahim, posisi bayi sungsang, pinggul sempit, kelainan di bagian rahim, bayi kembar, ukuran atau berat bayi besar, dan kasus lainnya.

Selain mempersiapkan biayanya, berikut ini beberapa hal yang harus diketahui supaya impian melahirkan secara normal berjalan dengan lancar.

 

1Cek Kondisi Kesehatan Ibu dan Bayi 

Ini poin penting yang perlu diingat pertama kali. Apapun cara melahirkannya, tujuan utamanya adalah keselamatan dan kesehatan ibu dan bayi. Rajin memeriksakan kehamilan ke bidan atau dokter kandungan akan membuat bumil lebih tenang dan yakin dengan kondisi yang sedang dialami. Sehingga bisa langsung ditemukan solusi ketika diketahui ada permasalahan. 

 

2Tenang dan Yakin 

 Kekuatan diri dan keyakinan yang dibarengi dengan pengetahuan akan membuat bumil lebih tenang dan percaya diri dalam menghadapi proses kelahiran yang penuh dengan perjuangan. Knowledge is power. Jangan gampang termakan doktrin atau mitos yang belum tentu kebenarannya

 

3Pahami Risiko Kehamilan 

Rencana A dan B tidak saja berlaku dalam bisnis. Mempersiapkan kelahiran juga perlu memikirkan skenario terbaik dan terburuk. Berusaha maksimal tetap harus diiringi dengan memahami risiko gangguan kehamilan lainnya.

Cari tahu tentang berbagai gangguan kehamilan, risikonya, dan tindakan medisnya. Misalnya panggul sempit, risikonya apa, dan apakah masih bisa normal atau harus melalui operasi caesar. Semua itu dapat terjawab dengan konsultasi ke bidan ataupun dokter kandungan.

 

4Rajin Memberdayakan Diri

Saat ini, banyak sekali informasi atau forum yang memungkinkan bumil (ibu hamil) banyak belajar seputar kehamilan dan persalinan. Mempelajari bagaimana persalinan normal, termasuk tentang melahirkan gentle akan membuat bumil merasa lebih tenang, yakin, dan bahagia.

Berdayakan diri juga secara fisik dengan melakukan senam hamil atau yoga hamil yang membantu bumil memaksimalkan kesehatan ibu dan bayi. Senam atau yoga hamil akan membantu mengurangi rasa pegal atau nyeri karena perubahan hormon pada tubuh bumil. Selain itu, membantu memperlancar kepala bayi menempati posisi yang benar dan masuk panggul.

Jalan kaki pun juga bisa menjadi pilihan olahraga santai. Sebaiknya buatlah jadwal rutin jalan kaki sambil ditemani sang suami. Rajin bertukar pikiran atau berbagi dengan sesama bumil untuk menambah wawasan, saling memberi kekuatan dan dukungan.

 

5. Memilih Bidan atau Dokter

Tenaga pendamping di sini bisa bidan maupun dokter kandungan yang tepat dan mendukung rencanamu untuk melahirkan secara normal. Buatlah rencana persalinan dengan memilih lokasi, hal-hal yang perlu dikompromikan sebagai upaya diri memaksimalkan kelahiran normal.

Konsultasikan dengan dokter atau bidan, di mana kamu memilih lokasi persalinan, misalnya puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Perhatikan pula jarak lokasi persalinan dengan tempat tinggal ibu.

 

6. Rajin Periksa Kesehatan Pendukung

Kesehatan pendukung di sini maksudnya berhubungan dengan riwayat penyakit yang bumil miliki, seperti darah tinggi, diabetes, darah rendah, dan sebagainya. Pahami risiko penyakit ini untuk kehamilan dan cara mengatasinya dalam proses melahirkan.

Memiliki mata minus cukup besar, juga perlu didiskusikan ke dokter mata.

 

7. Jaga Nutrisi dengan Konsumsi Makanan Bergizi

 Saat proses persalinan normal, ibu akan berjuang dengan mengerahkan tenaga dahsyat untuk melahirkan. Di sinilah nyawa seorang ibu dipertaruhkan. Nutrisi yang cukup selama masa kehamilan akan menjadi amunisi terpenting supaya ibu dapat melahirkan dengan lancar. Perbanyak konsumsi makanan bergizi, seperti buah, sayur, susu, dan lainnya.

 

8. Dukungan dan Doa Suami maupun Orangtua

 Tak ada yang lebih membahagiakan selain dukungan dan doa dari suami dan orangtua. Suami dapat memberikan support saat sang istri mempertaruhkan hidup matinya untuk melahirkan buah hati kalian. Begitupun keluarga terdekat. Jangan lupa berdoa agar diberikan kemudahan dalam persalinan. Ibu dan bayinya sehat, selamat, tanpa kekurangan apapun.

 

9. Ajak Bicara Si Kecil

Mendekati hari persalinan, biasakan untuk selalu mengajak si Kecil bicara, terutama saat Ibu sedang sendirian. Letakkan tangan di perut dan biarkan gerakan janin menenangkan Ibu. Membangun bonding dengan janin akan membuat Ibu lebih rileks, mengurangi rasa takut dan menimbulkan afirmasi positif. Rasa nyaman yang Ibu rasakan akan membuat prosesi persalinan menjadi menyenangkan karena akan bertemu si Kecil.

Jangan lupa, saat Ibu berbicara dengan janin, ucapkan hal-hal positif tentang proses persalinan yang akan datang. Ini supaya ia pun bersiap untuk dilahirkan dan mau ‘membantu’ mempermudah proses persalinan.

 

10. Belajar Atur Pernapasan

Sebetulnya proses melahirkan secara normal maupun caesar sama-sama berkorban dan bertaruh nyawa. Namun ketika memilih lahiran secara alami, ibu perlu belajar mengatur pernapasan selama masa kehamilan. Hal ini dapat membantu proses persalinan normal berjalan lancar.