Kenali tanda-tanda dehidrasi pada Anak

July 20, 2019

Apakah anak ibu pernah mengalami muntah / diare yang terus menerus? Sampai anak terlihat lemah, nafsu makan menurun, mata sedikit cowong? Siapa tau anak ibu mengalami dehidrasi. Yuk simak penjelasan tanda-tanda dehidrasi pada anak dan bagaimana cara mengatasinya.

Dehidrasi pada bayi/anak haruslah diwaspadai karena dapat memicu komplikasi kesehatan, seperti penyakit kuning, hingga kerusakan otak. Orangtua harus ekstra cermat mengenali setiap perubahan pada tubuh bayi, terutama bayi baru lahir yang sistem imunnya masih rendah.

Taukah ibu bahwa lambung bayi, terutama bayi baru lahir dimana masih sangat kecil bila dibandingkan dengan orang dewasa, mereka pun membutuhkan lebih sedikit cairan untuk tubuh mereka. Namun karena metabolisme yang cukup tinggi, sehingga bayi perlu untuk sering menyusu dan buang air secara sering simultan.

Bayi mendapatkan semua cairan yang ia perlukan dari ASI, namun jika bayi terpapar suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, dia bisa kehilangan cairan lebih cepat. Begitupun jika dia mengalami diare atau muntah-muntah, bayi bisa mengalami dehidrasi dengan cepat.

Dehidrasi yang terjadi pada bayi bisa ringan dan mudah disembuhkan, sedang, hingga berat dan mengancam nyawa. Untuk itu yuk kenali tanda-tandanya sebelum terlambat.

 

  •  Penyebab Bayi Dehidrasi

Berikut beberapa faktor lain yang juga bisa membuat bayi dehidrasi, yaitu:

Demam

Demam adalah kondisi yang sering membuat bayi dehidrasi. Ketika demam, terjadi penguapan air berlebih dari kulitnya karena suhu panas. Kemudian Si Kecil akan banyak berkeringat karena tubuh berusaha menurunkan suhu tubuhnya. Semakin tinggi demam yang dialami Si Kecil, maka kemungkinan dia mengalami dehidrasi lebih tinggi.

Diare dan muntah

Dua kondisi ini sering terjadi ketika saluran cerna bermasalah, seperti saat sedang terkena gastroenteritis.
Saat diare menyerang, bayi tidak bisa menyerap cairan dari ususnya dengan baik, sementara cairan banyak yang terbuang karena terus-menerus buang air besar.
Muntah juga membuat cairan tubuhnya terkuras. Kedua kondisi ini bisa membuatnya demam, sehingga cairan yang keluar pun juga lebih banyak.

Kurang minum

Kurangnya cairan seperti saat tidak mendapat asupan ASI yang cukup, bisa membuat bayi Anda mengalami dehidrasi. Beberapa kemungkinan yang membuatnya menolak untuk minum adalah sedang tumbuh gigi, pilek, sariawan, atau penyakit mulut lainnya. Kondisi tersebut bisa membuat mulut dan tenggorokannya nyeri dan tidak nyaman saat minum.

Berkeringat

Udara panas atau memakai baju berlapis-lapis bisa membuat Si Kecil mengeluarkan banyak keringat dan membuat cairan tubuhnya terkuras.

 

  •  Tanda-tanda bayi dehidrasi

tanda - tanda bayi dehidrasi

Ada beberapa tanda dehidrasi pada bayi yang bisa dikenali orangtua. Dengan mengenali tanda-tanda ini, orangtua dapat melakukan tindak pencegahan, juga melakukan penanganan yang tepat pada bayi.

Dehidrasi pada bayi dapat disebabkan oleh banyak hal, biasanya bayi mengalami dehidrasi saat ia terkena diare dan muntaber. Terlalu lama berada di luar ruangan dalam cuaca panas juga bisa menyebabkan bayi dehidrasi.

Berikut ini adalah tanda-tanda dehidrasi pada bayi:

  • Tidak buang air kecil selama lebih dari 6 jam
  • Air seni bayi tampak berwarna kuning gelap dan kental
  • Mulut kering dan bibir pecah-pecah
  • Bayi menangis tanpa airmata
  • Lesu dan lemah

Bila Anda menemui tanda-tanda ini, dan dalam 12 jam tidak menemukan perubahan, sebaiknya segera bawa anak Anda ke dokter. Dehidrasi menjadi sangat serius dan perlu penanganan medis secepatnya jika:

  • Tangan dan kaki bayi dingin dan terlihat kusam
  • Rewel atau kantuk yang berlebihan
  • Mata bayi terlihat cekung
  • Bagian lunak di ubun-ubun bayi terlihat cekung atau tenggelam
  • Sangat lemas dan mengantuk

tanda - tanda dehidrasi

 

Cara mencegah dehidrasi pada bayi

1. Orangtua harus tahu seberapa banyak cairan yang diperlukan oleh tubuh bayi

Bayi mendapatkan semua nutrisi dan cairan dari ASI, Itu artinya, orangtua tak perlu memberikan air putih atau jus buah untuk membuat bayi tetap terhidrasi, meskipun cuaca sangat panas di luar.

Ketika bayi telah dikenalkan pada MPASI, dia akan mendapat sumber cairan selain dari susu formula atau ASI. Seperti air yang terkandung dalam buah dan sayuran, juga air putih yang Anda campurkan ke MPASI-nya.

Ketika frekuensi menyusui bayi mulai berkurang setelah MPASI, pastikan bahwa kebutuhan cairan bayi tetap terpenuhi. Meningkatkan konsumsi air hangat pada bayi amat disarankan, berikan dia air dan jus buah dengan suhu suam kuku.

2. Mencegah dehidrasi saat bayi sakit

Bayi seringkali mengalami dehidrasi saat ia sakit, penyebabnya adalah karena muntah terus menerus, diare atau menolak untuk menyusu karena tenggorokan sakit atau mulut bayi yang sakit.

Mencegahnya tentu saja dengan memastikan bayi diberi imunisasi, agar mengurangi risiko terkena virus yang bisa membuatnya sakit. Selain itu pastikan intake yang masuk sesuai dengan usianya,dan selalu pantau urine yang dikeluargkan. Bila bayi terlanjur sakit, pastikan ia tetap menerima cairan yang ia butuhkan.

Cara merawat bayi yang mengalami dehidrasi

Bahkan bayi yang diberi ASI eksklusif juga bisa mengalami diare dan muntah-muntah, terus tawarkan ASI atau susu formula pada bayi Anda secara rutin. Untuk memastikan ia tetap menerima cairan yang ia butuhkan.

Bagi bayi yang lebih besar, yang sudah diberi MPASI, Anda bisa menambahkan jus buah seperti jus anggur. Bila bayi mengalami diare, hindari memberinya jus apel.

Bila kelihatannya bayi terlalu banyak kehilangan cairan, karena diare dan muntah, biasanya dokter akan menyarankan pemberian cairan elektrolit. Hal ini dilakukan untuk mengganti sodium dan potasium yang hilang dari tubuh bayi karena diare.

Mewaspadai gejala dehidrasi pada bayi sejak dini bisa menolong bayi untuk pulih lebih cepat, juga menghindari bayi terkena komplikasi yang lebih parah.

Bila ditemukan tanda-tanda dehidrasi sedang berat pada bayi ibu, silakan segera dating ke IGD Fasilitas Kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan segera.

RSIA Mutiara Bunda melayani IGD 24 jam. Semoga bermanfaat Smile

 

 

Referensi :

Vega, R. & Avva, U. NCBI Bookshelf (2019). Pediatric Dehydration.

NHS UK (2017). Health A-Z. Dehydration.

Mayo Clinic (2018). Diseases & Conditions. Dehydration.

Hegar, B. Ikatan Dokter Anak Indonesia IDAI (2014). Bagaimana Menangani Diare pada Anak.

Baby Center. Dehydration in Babies.

Baby Centre UK (2018). Dehydration.

Healthy Children from the American Academy of Pediatrics (2015). Signs of Dehydration in Infants & Children.

Mahoney, T. Parents. Is Your Baby Dehydrated?

Murray, D. Verywell Family (2018). Dehydration in Newborns and Infants.